Foto dokumentasi pribadi

Surakarta, 6 September 2025 – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta kembali menggelar ngaji kitab kuning yang menjadi agenda rutin bulanan, bertempat di Kantor PCNU Surakarta. Pengajian terbuka ini tidak hanya menjadi ruang menimba ilmu bagi para santri, kader NU, dan masyarakat umum, tetapi juga menjadi wasilah untuk terus merawat tradisi intelektual pesantren di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota.

Melalui kegiatan ini, PCNU Surakarta menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan khazanah kitab kuning sebagai peninggalan ulama salaf yang tetap relevan lintas zaman.

Ngaji kitab kali ini menghadirkan sosok ulama muda sekaligus intelektual pesantren yang namanya tidak asing di kalangan nahdliyyin, yaitu KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha. Beliau pernah mengemban amanah sebagai Ketua LBM PCNU Surakarta periode 2019–2023 dan dikenal produktif menulis dalam bidang hukum Islam serta konstitusi.

Kini beliau dipercaya menjadi Ketua Komisi Fatwa MUI Surakarta, sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta, serta aktif di LPBH PWNU Jawa Tengah. Perpaduan peran sebagai akademisi, pengasuh pesantren, dan pengurus organisasi membuat kehadiran beliau kian menambah makna dalam forum pengajian ini.

Baca juga: Ponpes Raudlatul Muhibbin Gelar Dauroh Ilmiah Bersama Prof. Yahya Al Kattani

Dalam mauidhah dan pengajiannya, KH. Mustain Nasoha membedah beberapa kitab penting yang menjadi rujukan utama dunia pesantren, antara lain Kanzur Roghibin Syarah Minhajut Thalibin karya Imam Mahalli, Irsyadus Syari karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, serta Siraj al-Kalam Syarah Aqidatul Awam yang merupakan karya beliau sendiri.

Melalui pengajian ini, jamaah diajak untuk tidak hanya membaca teks secara literal, tetapi juga menangkap makna kontekstual yang meneguhkan iman, memperkuat syariat, dan menumbuhkan akhlak mulia di tengah derasnya arus globalisasi.

Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan penuh khidmat. Diawali dengan pembacaan Maulid al-Barzanji yang dipimpin oleh Ketua PC LDNU Surakarta, Ustaz Nani Khoirul Muttaqin, sebagai ungkapan mahabbah kepada Rasulullah SAW. Dilanjutkan dengan semaan Al-Qur’an bersama Ustaz M. Hadziq, suasana menjadi semakin penuh berkah.

Kehadiran rangkaian amaliyah khas Nahdlatul Ulama ini menambah keistimewaan acara, memadukan dzikir, maulid, dan ngaji kitab dalam satu majelis ilmu yang menghadirkan ketenangan hati sekaligus menyalakan semangat keilmuan.

Tampak hadir pula KH. Royali, Wakil Syuriyah PCNU Surakarta, yang turut memberikan wejangan dan motivasi kepada jamaah agar istiqamah menjaga tradisi ngaji kitab kuning sebagai benteng akidah sekaligus jalan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

KH. AM Mustain Nasoha dalam pengajiannya menekankan pentingnya kitab kuning sebagai rujukan utama dalam tradisi pesantren. “Kitab kuning bukan hanya warisan ulama klasik, tetapi juga fondasi bagi penguatan akidah, syariat, dan akhlak generasi muda. Melalui kajian ini kita berharap lahir generasi yang berilmu, beradab, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tuturnya.

Pengajian ini sekaligus menjadi wadah silaturahmi dan konsolidasi jamaah NU di Surakarta. PCNU berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin, agar masyarakat semakin dekat dengan khazanah keilmuan pesantren sekaligus memperkokoh tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

Ketua PCNU Kota Surakarta, KH. Muhammad Mashuri, menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah dalam mengikuti kajian kitab kuning. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin PCNU Surakarta yang dilaksanakan setiap bulan, tepatnya pada Sabtu pertama.

Baca juga: Penjarahan dan Perusakan Saat Demo Haram Secara Syariat

“Alhamdulillah, pengajian kitab kuning ini adalah tradisi bulanan yang kita jaga bersama. Melalui pengajian ini kita berharap masyarakat Surakarta semakin akrab dengan tradisi pesantren, semakin mantap dalam beribadah, serta semakin kuat dalam menjaga nilai-nilai Aswaja,” ujarnya.

Dalam acara ini, 135 pengurus NU dan peserta yang hadir mendapatkan fasilitas berupa materi kitab gratis dan konsumsi yang disiapkan oleh panitia, sehingga para jamaah dapat mengikuti kajian dengan lebih mudah dan fokus.

“Kami ingin memastikan bahwa pengajian ini bisa diakses oleh semua kalangan tanpa ada hambatan, baik dari sisi biaya maupun ketersediaan kitab. Karena itu, fasilitas materi kitab disediakan gratis agar seluruh peserta dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” imbuhnya.

Bagikan
Dosen Ilmu Hukum Fakultas Tarbiyah dan Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Pengurus LPBH PWNU Jawa Tengah dan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here